Jumat, 03 Agustus 2012

Kisah Ibnu Abbas ra. Memberi Nasehat

   Wahab bin Munabbih rah.a. bercerita, "Pada masa tua Abdullah bin Abbas ra., matanya telah menjadi buta. Saya pernah membawanya ke Masjidil Haram. Setibanya di sana, terdengar suara orang bertengkar. Beliau berkata kepadaku, "Bawalah saya ke situ." Saya pun membawanya ke perkumpulan itu. Di sana, beliau langsung memberi salam, dan mereka mempersilakan beliau duduk, tetapi beliau menolak. Beliau berkata, "Kalian tidak mengetahui bahwa hamba-hamba Allah yang istimewa adalah mereka yang karena rasa takutnya kepada Allah banyak berdiam diri. Padahal, ia tidak udzur atau bisu, bahkan ia fasih berbicara, pandai berbicara, pintar, tetapi karena sibuk mengingat keagungan Allah swt., hal itu menjadikan akal mereka, hati mereka dibiarkan hancur dan lisan mereka dibiarkan membisu. Jika mereka menemui sesuatu atau keadaan yang menyulitkan, maka mereka akan segera beramal shaleh. Maka, mengapa kalian lari dari teladan tersebut ?" Wahab bin Munabbih rah.a. berkata, "Setelah kejadian tersebut, saya tidak pernah lagi melihat dua orang berkumpul di suatu tempat."

Faedah :

   Karena tingginya rasa takut Ibnu Abbas ra. kepada Allah swt., sehingga beliau menangis setiap saat. Dan dalam kisah di atas, Abdullah bin Abbas ra. telah memberikan suatu cara yang mudah untuk beramal shaleh, yaitu dengan mengingat kebesaran dan keagungan Allah swt. tentu akan memudahkan kita untuk beramal shaleh. Dan yakinlah, bahwa hal itu akan menambah keikhlasan hati kita. Apa sulitnya, jika kita coba meluangkan sebagian kecil waktu kita dalam 24 jam sehari semalam, untuk memikirkannya ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar